PT Rifan Financindo - Analis Mandiri Sekuritas (Mansek) Adrian Joezermemprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini berada di level 7.400 pada skenario base case. Sedangkan, pada skenario bull case.
Terkait kondisi makro tahun ini, Mansek menilai pertumbuhan PDB akan terus pulih menjadi 5,2% pada tahun 2022 dari 3,7% pada tahun 2021, dengan laju inflasi diprediksi naik menjadi 3,1% dari 1,3% pada 21 Nov.
Selanjutnya BI-7DRRR meningkat sebesar 50bps menjadi 4,0% dan pemulihan konsumsi domestik akan membalikkan neraca transaksi berjalan dari surplus 0,2% hingga 21 November menjadi defisit -2,1% pada tahun 2022.
Optimisme analis Mansek didasari oleh rebound pertumbuhan domestik yang lebih kuat dari perkiraan apabila tidak ada gelombang ketiga material COVID-19 di 1Q22, yang pada akhirnya diharapkan memicu siklus CAPEX yang kuat di tengah permintaan yang terpendam selama dua tahun, dengan bank menyalurkan kelebihan likuiditas domestik.
Riset Mansek juga mencatat mega IPO dan rekor pengumpulan dana di pasar modal akan berdampak positif dan segera masuk ke ekonomi lokal. Terakhir, broker BUMN tersebut juga mencatat kelanjutan pemulihan FDI di tengah reformasi investasi juga menjadi hal positif.
Meski berpotensi tumbuh, Mansek juga menyebutkan masih ada risiko yang akan dihadapi investor tahun depan, di antaranya yakni risiko meluasnya virus Covid-19 Omicron serta munculnya mutasi varian virus baru, kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve yang melakukan pengurangan nilai aset-aset finansial (tapering) dan memburuknya pemulihan ekonomi dengan meningkatnya risiko inflasi serta risiko stagflasi pada segmen berpenghasilan menengah ke bawah.
Mandiri Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang bakal moncer di tahun depan lintas sektor yakni BBRI, BBNI, ASII, MDKA, PGAS, BUKA, MAPI, MTEL, ICBP, dan INTP. Pilihan ini disebutkan merupakan kombinasi dari saham value/cyclicals, inflation-hedge, capex-cycle, dan green commodity.
Secara sektoral, dari sektor otomotif ASII menjadi pilihan utama karena didorong oleh penjualan yang lebih tinggi dari mobil New Avanza dan Xenia serta peningkatan lebih tinggi dari utilisasi pabrik.
Dari sektor perbankan, selain BBRI dan BBNI, Mansek juga memilih saham Bank CIMB Niaga (BGNA), sementara itu saham yang paling tidak disukai adalah Bank Jatim (BJTM) dan Bank Permata (BNLI). Katalis utama sektor perbankan termasuk pertumbuhan PDB dan restrukturisasi portofolio utang.
Berikut secara lengkap daftar saham pilihan berdasarkan sektor dihimpun dari Outlook 2022 oleh Mandiri Sekuritas
Material Konstruksi, saham pilihan INTP sementara yang paling tidak disukai SMGR
Pertambangan Batu Bara, saham pilihan ITMG, ADRO, PTBA, INDY, UNTR
Konstruksi, saham pilihan WSKT sementara yang paling tidak disukai WSBP
Consumer Staples, saham pilihan ICBP, KLBF, SIDO sementara yang paling tidak disukai MYOR
Layanan Kesehatan, saham pilihan KLBF sementara yang paling tidak disukai HEAL
Internet, saham pilihan BUKA dan ARTO
Media, saham pilihan MNCN
Metal, saham pilihan HRUM, ANTM, MDKA, INCO, TINS
Poultry, saham pilihan JPFA sementara yang paling tidak disukai MAIN
Retail , saham pilihan MAPI sementara yang paling tidak disukai RALS
Migas, saham pilihan PGAS
Telekomunikasi, saham pilihan TLKM, MTEL sementara yang paling tidak disukai TBIG, TOWR
Tembakau, saham pilihan HMSP sementara yang paling tidak disukai GGRM
Jalan Tol, saham pilihan JSMR
Sumber : Finance.detik
PT Rifan Financindo
Comments